Sistem Informasi Laboratorium
UAS Sistem Informasi Laboratorium
Nama :
SITI MARIYAH
NIM :
EA22009
Klas :
D4 TLM Alih Jenjang (Bekasi)
A.Dasar-Dasar Siatem Informasi
Sistem
Informasi adalah gabungan antara prosedur kerja, informasi, orang, dan
teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah
organisasi. Sistem informasi terdiri dari beberapa komponen seperti hardware,
software, brainware, prosedur, dan aturan yang diorganisasikan secara integral
untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk memecahkan masalah
dan pengambilan keputusan. Informasi memiliki nilai yang ditentukan oleh
manfaat dan biaya untuk mendapatkannya, serta memiliki sifat seperti kemudahan
dalam memperoleh, luas dan kelengkapannya, ketelitian, kecocokan dengan
pengguna, ketepatan waktu, kejelasan, fleksibilitas, veriability, tidak
mengandung prasangka, dan dapat diukur. Kesalahan informasi dapat diatasi
dengan kontrol sistem, pemeriksaan eksternal dan internal, penambahan batas
ketelitian data, dan instruksi dari pemakai.
B.Konsep Data dan Informasi
Data
adalah kumpulan kejadian yang digunakan untuk pengetahuan, perkiraan,
pertimbangan, dan keputusan. Ada tiga jenis data: hitung, ukur, dan sifat data
bisa kuantitatif atau kualitatif. Informasi adalah data yang telah
diklasifikasi atau dio lah untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Kualitas informasi tergantung pada akurasi, tepat waktu, dan relevansi. Nilai
informasi ditentukan oleh manfaat dan biaya, dan pengukuran nilai informasi
biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost-benefit.
C. Dasar Teknologi Informasi (keamanan sistem informasi)
1. Tujuan dari keamanan sistem informasi
Terdapat 3 tujuan keamanan dari sistem informasi yaitu :
a. kerahasiaan
setiap organisasi perusahaan pasti memiliki sistem
informasi dan tentu mereka ingin melindungi sumberdaya atau data-data yang ada
di sistem informasi mereka dan mereka juga mengatur mana yang boleh menggunakan
dan mana yang boleh digunakan secara bersama-sama karena itulah sistem
informasi menempatkan prioritas kerahasiaan yang sangat tinggi.
b. Ketersediaan
data ketersediaan data yang kapanpun dan dimanapun
data-datanya hanya boleh digunakan oleh orang yang berwenang untuk
menggunakannya
c. Integritas
Semua sistem dan subsistem yang dibangun harus mampu
memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya
2. Aspek keamanan informasi
Terdapat 7 aspek keamanan dalam sistem informasi yaitu :
a. Privacy (usaha untuk menjaga informasi dari orang yang
tidak berhak mengakses)
b. Integrity (menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah
tanpa seijin pemilik informasi)
c. Authentication (untuk menyatakan bahwa informasi
betul-betul asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi betul-betul
orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi merupakan benar-benar server
yang asli)
d. Availability (sistem informasi yang diserabg atau dijebol
dapat menghambat atau meniadakan akses ke sisten informasi)
e. Access control (berhubungan dengan cara pengaturan akses
kepada informasi. seperti : klasifikasi data, mekanisme authentication,
privacy, kombinasi user id/password, dan mekanisme lain seperti kartu,
biometrics, dll)
f.
Nonrepudiation
(aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah
transaksi)
g. Authority (informasi yang berada dalam sistem hanya dapat
diubah oleh yang diberi hak akses untuk merubah, sedangkan pengunjung hanya
diberi akses untuk menampilkan informasi)
3. Bentuk ancaman keamanan sistem informasi
a. Interruption (Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak
tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem.
Contoh serangan adalah "denial of service attack")
b. Interception (Pihak yang tidak berwenang berhasil
mengakses asset atau informasi. contoh serangan adalah "penyadapan
(wiretapping)")
c. Modification (Pihak yang tidak berwenang tidak hanya
berhasil mengakses, tetapi juga dapat mengubah (tamper) aset. contoh serangan
adalah mengubah isi website dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik website)
d. Fabrication (Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek
palsu ke dalam sistem. contoh serangan adalah memasukkan pesan-pesan palsu
seperti email palsu ke dalam jaringan komputer)
4. Pencegahan/Mitigasi serangan pada sistem informasi
a.
Pencegahan
Serangan pada perangkat keras
1)
pengamanan
fisik mulai dari akses kontrol
2)
akses
kontrol terhadap server rack
3)
akses
kontrol terhadap fisik server
b.
Pencegahan
Serangan pada perangkat lunak
1)
sistem
operasi (update dan gunakan software original)
2)
layanan
(service) sistem informasi
3)
mengamankan
aplikasi
c.Pencegahan Serangan pada jaringan komputer
1)
Desain
jaringan komputer dengan benar
2)
Pemasangan
aplikasi monitoring jaringan
3)
Autentikasi
pengguna menggunakan sistem captive portal
d.Pencegahan Serangan pada basis data
1)
Pembatasan
penggunaan kode SQL sebagai input data sistem informasi
2)
Mengubah
karakter spesial kedalam format HTML
e.Pencegahan Serangan pada pengguna sistem informasi
1)
melakukan
edukasi
2)
Standard
Operasional Procedure (SOP) berlaku
D. Mengenal Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan salah satu jenis diagram pemodelan yang
sering digunakan pada saat membangun sebuah sistem informasi. DFD juga
merupakan diagram yang digunakan untuk menggambarkan aliran data pada satu atau
beberapa proses yang ada pada sebuah sistem atau sistem informasi yang akan
dibangun. DFD biasanya digunakan untuk memodelkan pada dua fase awal yaitu fase
analisis maupun perancangan. DFD lebih cocok digunakan ketika anda menggunakan
pemodelan yang bersifat terstruktur atau pendekatan terstruktur. Namun apabila
anda menggunakan pendekatan berorientasi objek lebih direkomendasikan
menggunakan diagram yang terhitung masuk di dalam pendekatan struktur.
Elemen-elemen DFD
a. Terminator/External Entity
1)
Representasi
entitas eksternal
2)
Notasi
: Persegi panjang
3)
Tidak
memproses data
b. Data Flow
1)
Representasi
aliran data
2)
Notasi
: anak panah penuh
3)
Umumnya
satu arah
4)
Hubungkan
terminator, process, dan storage
c.
Process
1)
Representasi
aktifitas sistem
2)
Notasi
: Lingkaran
3)
Memproses
data
d.
Storage
1)
Representasi
tempat penyimpanan data
2)
Notasi
: dua gadis paralel
3)
Data
flow in = diubah, data flow out = dibaca
Demikian informasi
sedikit mengenai Data Flow Diagram (DFD) dan bagaimana cara menggambarkannya
dengan software ideas modeller.
E. Tahapan Merancang Entity Relationship Diagram (ERD)
Definisi
: suatu bentuk diagram yang menjelaskan hubungan antar objek (entitas) dengan
syarat entitas tersebut memiliki relasi.
Tahapan
merancang ERD :
a.
Menetukan entitas (objek)
b.
Menentukan atribut termasuk atribut kunci
c.
Identifikasi relasi
d.
Menentukan kardinalitas (one to one, one
to many, many to many)
Contoh
kasus : Penjualan Barang Online
Aktifitas
yang dilakukan oleh dua pihak (penjual dan pembeli) dalam menjual suatu
produk/jasa.
Dengan
aturan :
a.
Penjual dapat menjual 1 atau lebih barang.
b.
Pembeli dapat membeli 1 atau lebih barang.
c.
Stok barang berkurang sesuai jumlah yang
dibeli
d.
Penjual, Pembeli dan Barang memiliki id
berbeda
1. Menetukan
entitas (objek) : Memberikan id setiap entitas dengan id yang berbeda.
a. Penjual
b. Barang
c. Pembeli
2. Menentukan
atribut : Setiap entitas memiliki primery
key (PK). Termasuk atribut primery key, atribut biasa ataupun
atribut multi value (tergantung
desain kita).
a. Penjual
1) Id_penjual
: PK
2) Nama_penjual
: string
3) Email
: string
4) No_telp
: string / multi value
5) Alamat
: string
b. Barang
1) Id_barang
: PK
2) Nama_barang
: string
3) Harga
4) Stok
c. Pembeli
1) Id_pembeli
: PK
2) Nama_penjual
: string
3) Alamat
: string
4) Email
: string
3. Identifikasi
relasi : Membandingan satu entitas dengan entitas lain.
1) Antara
Penjual dengan Barang : Menjual
2) Antara
Pembeli dengan Barang : Membeli
4. Menentukan
kardinalitas : Tinggal memilih salah satu dari 3 kardinalitas (one to one, one
to many, many to many)
Contoh : Penjual bisa menjual lebih dari
satu barang = one to many.
F. Perancangan Data Flow Diagram Pendaftaran Online Puskesmas
a.
Diagram Level 0
Merupakan diagram yang menggambarkan sistem
berinteraksi dengan entitas eksternal. Diagram level 0 ini tertuju pada sistem
pendaftaran dimana sistem akan menerima inputan data pasien, kemudian di proses
menjadi data pendaftaran ke petugas/admin dan sistem akan mengeluarkan output
ke pasien berupa nomor antrian.
b.
Diagram Level 1
Merupakan lanjutan Diagram level 0,
menjelaskan lebih rinci dari sistem tersebut. Adanya pencarian data pasien :
user input nomor rekam medis, sistem mencari dalam data base, apabila nomor
tersebut ada sistem akan memberikan respon data ditemukan, sebaliknya.
c.
Diagram Level 2
Terdapat pada sistem pendaftaran pasien,
setelah melewati diagram level 1 ataupun pencarian rekam medis, apabila pasien
baru input data pasien kedalam data base, kemudian data base menampilkan opsi
data jadwal klinik/dokter. Apabila pasien lama (rekam medis) maka data base
hanya akan langsung menampilkan jadwal klinik/dokter. Setelah memilih opsi maka
sistem akan memberikan respon berupa nomor antrian pada pasien.
d.
Diagram Level 3
Sistem antrian pasien. Setelah melakukan
pendaftaran pasien bisa melakukan pengecakan nomor antrian pada sistem,
kemudian sistem memberikan respon kuota/antrian yang tersedia. Selain itu,
petugas/admin melakukan pengupdatetan pasien mana yang sudah dilayani dan
mengetahui antrian selanjutnya. Kemudian antrian memberikan respon kepada
pasien berupa menampilkan kuota antrian, sehingga pasien bisa memanagemen
waktunya untuk bisa hadir tanpa mengantri di tempat.
e.
Diagram Level 4
sistem data
pelayanan pasien. Setelah pasien mendapatkan pelayanan, pasien bisa mengecek
riwayat kunjungan dan obat yang telah diperoleh, kemudian sistem menginput dan
mencari data yang diinput user. Pada diagram ini, sebelumnya petugas/admin
telah menginput pemeriksaan ataupun obat yang telah diberikan kepada pasien.
Komentar
Posting Komentar